Kisah Sya'ban r.a.

KISAH TELADAN DARI SAHABAT NABI YANG TIDAK POPULER*l

Alkisah seorang sahabat bernama Sya’ban RA.
Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan sahabat – sahabat yang lain.
Ada suatu kebiasaan unik dari beliau yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai dia selalu beritikaf di pojok depan masjid.

Dia mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah senderan atau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah.

Kebiasaan ini sudah dipahami oleh sahabat bahkan oleh RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam, bahwa Sya’ban RA selalu berada di posisi tersebut termasuk saat sholat berjamaah.

Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya seperti biasa.
Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun bertanya kepada jemaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban RA.
Namun tak seorangpun jemaah yang melihat Sya’ban RA.
Sholat subuhpun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban RA. Namun yang ditunggu belum juga datang.
Khawatir sholat subuh kesiangan, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Selesai sholat subuh, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya apa ada yang mengetahui kabar dari Sya’ban RA.
Namun tak ada seorangpun yang menjawab .
Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya lagi apa ada yang mengetahui di mana rumah Sya’ban RA.
Kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA.
RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam yang khawatir terjadi sesuatu dengan Sya’ban RA meminta diantarkan ke rumah Sya’ban RA.

Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam dan rombongan sebelum sampai ke rumah yang dimaksud.
Rombongan Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha
( kira-kira 3 jam perjalanan).
Sampai di depan rumah tersebut beliau Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengucapkan salam.
Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tersebut. “

Benarkah ini rumah Sya’ban RA?” Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya.
“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tersebut. “
Bolehkah kami menemui Sya’ban RA, yang tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?” .
Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA menjawab:
“ Beliau telah meninggal tadi pagi”
InnaliLahi wainna ilaihirojiun…SubhanalLah ,
satu – satunya penyebab dia tidak solat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya….

Beberapa saat kemudian istri Sya’ban  bertanya kepada Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam
“ Ya Rasul ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua,
yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing – masing teriakan disertai satu kalimat.
Kami semua tidak paham apa maksudnya”.
“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Di masing – masing teriakannya dia berucapkalimat

*“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”*

*“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “*

*“ Aduuuh kenapa tidak semua……”*

Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun melantukan ayat yang terdapat dalam surat Qaaf (50) ayat 22 yang artinya:
“ Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam “

Saat Sya’ban RA dalam keadaan sakratul maut…
perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Apa yang dilihat oleh Sya’ban RA ( dan orang yang sakratul maut) tidak bisa disaksikan oleh yang lain.
Dalam pandangannya yang tajam itu Sya’ban RA melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke Masjid untuk sholat berjamaah lima waktu.
Perjalanan sekitar 3 jam jalan kaki sudah tentu bukanlah jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah – langkah nya ke Masjid.
Dia melihat seperti apa bentuk sorga ganjarannya.
Saat melihat itu dia berucap:

*“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”*

Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban RA,
mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih banyak dan sorga yang didapatkan lebih indah.

Dalam penggalan berikutnya Sya’ban RA melihat saai ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin.
Saat ia membuka pintu berhembuslah angin dinginyang menusuk tulang.
Dia masuk kembali ke rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Jadi dia memakai dua buah baju.
Sya’ban RA sengaja memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar.
Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yang kena hanyalah baju yang luar, sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan solat dengan baju yang lebih bagus.
Dalam perjalanan ke tengah masjid dia menemukan seseorang yang terbaring kedinginan dalam kondisi yang mengenaskan.
Sya’ban RA pun iba , lalu segera membuka baju yang paling luar dan dipakaikan kepada orang tersebut dan memapahnya untuk bersama – sama ke masjid melakukan sholat berjamaah.
Orang itupun terselamatkan dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan sholat berjamaah.
Sya’ban RA pun kemudian melihat indahnya sorga yang sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.
Kemudian dia berteriak lagi :

*“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “*

Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban RA.
Jika dengan baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yang begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yang lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yang baru.

Berikutnya Sya’ban RA melihat lagi suatu adegan saat dia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci sudah tentu mengetahui sebesar apa ukuran roti arab (sekitar 3 kali ukuran rata-rata roti Indonesia)

Ketika baru saja hendak memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta diberikan sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan.
Melihat hal tersebut , Sya’ban RA merasa iba .
Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar,
demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua.
Kemudian mereka makan bersama – sama roti itu yang sebelumnya dicelupkan susu , dengan porsi yang sama…
Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian memperlihatkan ….
ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dengan sorga yang indah.
Demi melihat itu diapun berteriak lagi:

*“ Aduuuh kenapa tidak semua……”*

Sya’ban RA kembali menyesal .
Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat sorga yang lebih indah

Masyaallah,

Sya’ban bukan menyesali perbuatannya,
tapi menyesali mengapa tidak optimal.
Sesungguhnya semua kita nanti pada saat sakratul maut akan menyesal tentu dengan kadar yang berbeda, bahkan ada yang meminta untuk ditunda matinya karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas …konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia.
Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah.
Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan

*Sering sekali kita mendengar ungkapan – ungkapan berikut :*
*_“ Sholat Isya berjamaah pahalanya sama dengan sholat separuh malam”_*
*_“ Sholat Subuh berjamaah pahalanya sama dengan sholat sepanjang malam”_*
*_“ Dua rakaat sebelum Shubuh lebih baik dari pada dunia dan isinya”_*

*Namun lihatlah Masjid tetap saja lengang dan terasa longgar.*
Seolah kita tidak percaya kepada janji Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Mengapa demikian?
Karena apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta'ala itu tidak terlihat oleh mata kita pada situasi normal.
Mata kita tertutupi oleh suatu hijab.
Karena tidak terlihat, maka yang berperan adalah iman dan keyakinan bahwa janji Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah meleset.
Allah Subhanahu wa Ta'ala akan membuka hijab itu pada saatnya.
Saat ketika nafas sudah sampai di tenggorokan….

*Sya’ban RA telah menginspirasi kita bagaimana seharusnya menyikapi janji Allah Subhanahu wa Ta'ala tersebut.*
Namun ternyata dia tetap menyesal sebagaimana halnya kitapun juga akan menyesal.
Namun penyesalannya bukanlah sia – sia.
Penyesalannya karena tidak melakukan kebaikan dengan optimal…..

Mudah-mudahan kisah singkat ini bermanfaat bagi kita semua dalam mengarungi sisa waktu yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada kita.
Dan mari kita berdo’a semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi kita kekuatan untuk melakukan sebaik,  dari pada apa yang dilakukan oleh Sya’ban RA…

Aamiin

Semoga Bermanfaat
Silahkan share

Makna Rezeki

*Muhasabah Diri*

Ada seorang fakir miskin melewati jalan di Madinah. Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging. Dia pun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati jengkel.

Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan dengan kedelai.

Dia berkata pada istrinya :

*“Bagaimana hidup kita ini...? Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai.”*

Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah terkejutnya, *dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya, sambil memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang dan memakannya* seraya bergumam :

ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ

*“Segala Puji bagi Allah _subhanahu wata'ala_ yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga.”*

Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitikkan air mata, seraya bergumam :
ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ

*"Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah...”*

Rezeki itu yang penting mengalir, besar kecil yang penting ada alirannya. Jangan berharap mengalir seperti banjir, jikalau tak bisa berenang maka bisa tenggelam.

ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ

_*"Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan, sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan.”*_

Berkata Ali bin Abi Thalib _radhiyallahu anhu_ :

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ
_*“Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke dalam perutnya, maka nilai seseorang tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya"

😎Duluuu.. saya pikir,  rizqi itu berwujud uang, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan, punya banyak asset disana-sini, Intinya : harta.

Setelah mencari tau apa makna rizqi dalam Islam (sesuai yg tertera dalam alquran dan hadits), ternyata saya salah besar.

Ternyata,
▪langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rizqi.

▪langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid, adalah rizqi.

▪hati yg Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rizqi.

▪punya temen2 yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rizqi.

▪saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga rizqi. Mungkin jika dalam keadaan sebaliknya, justru membuat kita kufur, sombong, bahkan lupa diri.

▪punya orang tua yang sakit2an, adalah rizqi, karena merupakan ladang amal pembuka pintu surga.

▪tubuh yang sehat, adalah rizqi. Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rizqi karena sakit adalah penggugur dosa.

▪dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rizqi yang tidak kita sadari...

_Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, padahal begitu banyak hak Allah yang tidak kita tunaikan;_
Itulah: *Istidraj.*

Nasrun MinAllah wa Fathun Qorriib. Wa bashiril Mu'minin

Bahaya Mandi Bola

_*BAGI YG MASIH PUNYA ANAK KECIL DAN CUCU 2 WAJIB BACA ARTIKEL INI  PERINGATAN ...*_

*Buat yg punya anak-2 kecil yg suka bermain di tempat umum.*

_*"BAHAYA MANDI BOLA"*_
*Info buat para orangtua (Wajib Baca)*

Buat para ortu sebaiknya pilih-pilih lagi tempat bermain untuk anak... Di bawah ini saya sharingkan beberapa artikel mengenai bahaya mandi bola, yang saya ambil dari beberapa artikel diblog, karena jangan sampai anak saya, dan anak bunda mengalaminya:

1. Dear all.. aku mau sharing aja ini kejadian baru nimpa anak tetangga di Bandung. Tapi aku cuma cerita garis besarnya aja karena secara detil ngga banyak tanya karena ibunya masih stress .. jadinya ga tega.

Pas hari libur, Sabtu/Minggu pasti seperti biasa pasti orang tua ingin ajak anaknya main.. tetanggaku dia ajak anak perempuannya umur 3,5th mandi bola di BSM (Bandung). Ngga ada feeling apa-apa.. anaknya senang main-main.

Setelah itu besoknya dia masih sekolah (Pre-School) seperti biasa.. ngga ada tanda-tanda apapun. Tapi tiba-tiba hari ke 4 setelah dia mandi bola itu, tanpa gejala apapun, anak itu dia ngga bisa jalan.. anak-nya pun ngga mengeluh ada gejala sakit apapun.. dia cuma nanya dengan polosnya ke ibunya "mama.. kok Riska ngga bisa jalan ya ma"...

Akhirnya sama ibunya dia langsung dibawa ke RS.Boromeus Bandung dan itupun setelah diperiksa sama DSA, ngga langsung ketahuan sebabnya kenapa tiba-tiba lumpuh... Sampai akhirnya setelah pemeriksaan dokternya, Riska dikasih macam-macam antibiotik yang memungkinkan buat ngobatin sakitnya itu..karena menurut dokternya ini kena kuman.

Akhirnya, besoknya Riska dirujuk ke RS.Hasan Sadikin karena ada DSA (dokter spesialis anak) yang menangani kasus seperti ini. Selidik punya selidik, akhirnya DSA di Hasan Sadikin menemukan bahwa Riska kena virus, yang menyebarnya virus melalui sumsum tulang belakang.. sampai akhirnya akan merambat ke otak.

Karena itu, Riska disuntik setiap hari yang harga suntikannya 6jt/suntik. Untuk mencegah virus itu berhenti menyebar agar ngga ke otak. Menurut dia, memang virus ini masih jarang di Indonesia dan belum diwajibkan sama IDAI. Tapi mulai ada penyebaran virus ini yang menyerang terutama pada balita dan orang tua di atas 60.

Saat ini Riska masih dalam perawatan, dan masih disuntik tiap hari 6jt itu. Tapi menurut Riska (untung anaknya masih bisa komunikasi), sekarang Kakinya mulai kerasa kesemutan biarpun dia masih lumpuh..

Dokternya tidak bisa menjamin apa-apa, tapi hanya berusaha untuk mencegah penyebaran virusnya. Ibunya bingung dan tanya darimana virusnya dateng.. dokternya pun ngga bisa bilang kalo itu karena mandi bola.

Tapi saat aku cerita ke kakak iparku, dia ternyata ada pengalaman anak temen kantornya yang kena virus yang sama, dan persis kejadiannya setelah mandi bola juga.

Menurut DSA temen kakakku itu, tempat mandi bola memang merupakan lokasi penularan paling bagus untuk virus apapun, terutama di tempat umum. Karena jarang sekali pihak taman bermain itu mencuci bola tersebut, dan dengan ruangan yang tertutup dan lembab, tidak kena sinar matahari, tempat mandi bola jadi tempat bersemayam-nya virus.

So, kita semua wajib memperhatikan tempat2 hiburan, tempat bermain buat anak2 kita, jangan sampai memilih tempat bermain yang tidak sehat spt kolam bola (tentunya tidak pernah disterilkan), hiii... banyak anak2 ngompol di dalamnya, muntah, buang2 ludah, dsb... apalagi ada banyak telor nyamuk, dan serangga lain yang ngumpet disitu.... ih

2. Ini adalah true story, aku dapat dari milis HIMASAD (HIMA Sastra Jerman UNPAD). Berdasarkan pengalaman salah satu temannya, yang harus kehilangan putranya yang berusia 3 tahun.

McDonalds, Burger King, Timezone, KFC... Tempat yang sangat mengasyikkan bagi anak-anak bermain dengan bola2. Dimana biasanya disebut kolam bola atau mandi bola...

Kejadiannya bertepatan dengan pesta perayaan ULTAH sang anak di McDonalds, setelah selesai makan, anaknya minta bermain di kolam bola tersebut. Namun tak lama kemudian terdengar si anak melolong kesakitan... Katanya pantatnya terasa sakit sekali, seperti tertusuk sesuatu benda. Lalu setelah di lihat oleh ibunya, ternyata terdapat bilur merah kecil...

Dan beberapa hari kemudian sang ibu mulai curiga akan memar di pantat anaknya yang semakin membengkak. Dan yang lebih mengagetkan sang ibu ketika si anak mulai menggigil gemetar dan muntah-muntah, dan matanya berputar ke belakang...

Segera anak tersebut dibawa ke rumah sakit dan harus di rawat di ICU, dan anak yang malang itu harus meninggal pada malam itu juga....

Ketika dokter menyatakan bahwa kematian anak itu dikarenakan overdosis heroin. Tentunya sang ibu sungguh tidak percaya...
Bagaimana mungkin???!!!...
Ternyata setelah polisi memeriksa kolam mandi bola di restoran fast food tersebut, mereka menemukan beberapa jarum suntik, sebagian sudah digunakan, dan beberapa ada yang masih dosis penuh. Dan di tumpukan bola2 itu ternyata banyak sekali bekas2 makanan, muntah, diapers kotor, genangan air kencing bahkan ada pisau2 kecil...

Kemudian setelah ditanyakan ke Manager restoran tsb, barulah diketahui bahwa kolam bola itu hanya dibersihkan beberapa kali dalam setahun. Jadi mereka sendiri juga tidak tahu pasti apa yang terdapat di dasar kolam mandi bola tersebut.

*Coba bila kamu seorang ibu, yang harus mengalami tragedi ini.... sungguh memilukan.* _Nah teman2, makanya berhati-hatilah mulai sekarang bila membawa anak, ponakan atau adik kamu yang ingin bermain mandi bola._ Memang bagi anak2 itu hal yang sangat menyenangkan, tapi kita kan tidak mau anak2 kita harus bermain di tempat yang kotor dan sangat berbahaya itu. Apalagi harus sampai kehilangan nyawa...... HATI-HATI !!!!!..

3. Kita tidak tahu kebersihan dasar kolamnya, dari atas sih bagus. Berikut beberapa pengalaman serupa yang saya ambil dari berbagai sumber: Satu diantara putraku kehilangan jam tangannya dan karenanya dia sangat kecewa. Kami menggali di antara bola2 untuk mencarinya. Bukannya menemukan jam tersebut, kami malah menemukan muntahan, makanan, kotoran, dan sesuatu yang tidak ingin saya sebutkan. Saya pergi ke manager dan memprotes hal tersebut, dan baru saya mengetahui ternyata kolam bola hanya dibersihkan satu kali setiap bulannya. Saya bahkan ragu kalau hal itu juga dilakukannya. Anak2ku tidak akan pernah bermain lagi di kolam bola manapun. Beberapa di antara pembaca mungkin bukan orang tua, tapi mungkin anda punya keponakan, cucu, atau berteman dengan anak-anak.

4. Saya termasuk yang agak keberatan anak-anak bermain mandi bola. Tahun 1998 ketika kita tinggal di Plano, Texas ada beberapa kejadian anak2yang main mandi bola di restoran/ mall digigit Rattler Snake yang nggak keliatan kalo sampe bertelur dan beranak pinak dibawah bola-bola tersebut. Belum lagi kejadian yang digigit serangga dll. Kan masih banyak tempat bermain anak yang safe. Kan lebih aman...

5. Seorang anak kecil lainnya telah bermain di kolam bola Burger King dan mulai mengeluh lengannya terluka. Dia juga meninggal kemudian. Ditemukan bahwa dia mendapat *"gigitan ular"* di sekitar lengan dan pantatnya. Ketika mereka membersihkan kolam bola itu, mereka menemukan sarang ular berbisa di dasar kolam bola tersebut. Anak kecil itu telah menderita sejumlah gigitan dari ular2 yang sangat berbisa.

_*Jadi buat Ayah bunda yang membaca artikel ini (btw masih banyak artikel yang senada... coba search di google, tolong sampaikan pada yang lain agar mereka juga memahami bahaya mandi bola....)*_

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM

Siapa Org pertama menemukan telepon ? Jawab nya :
Alexander Graham Bell ..
Nah...kalau org pertama tulis
bismillah siapa ?
??????????

Bingung kan?

Kasihan kalau anak- anak kita tanya kepada Ibu/Bapak...

bisa jawab enggak ?

simpan catatan ini ya.
Mari kita kenali Islam !
30 ORANG YANG
PERTAMA DALAM ISLAM
-----------------
1. Orang yang pertama menulis
Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air
zamzam :
Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama
berkhitan :
Nabi Ibrahim AS
4. Orang yang pertama diberikan
pakaian pada
hari qiamat :
Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil
oleh Allah
pada hari qiamat :
Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama
mengerjakan sa'i antara Safa &Marwah :
Sayyidatina Hajar
7. Orang yang pertama
dibangkitkan pada hari
qiamat :
Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi
Khalifah Islam :
Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama
menggunakan Kalender
Hijriyyah :
Umar bin Al-Khattab
10. Orang yang pertama
meletakkan Jabatan khalifah
dalam Islam :
Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama
menyusukan Nabi Muhammad
SAW :
Tsuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan lelaki :
Haris bin Abi Halah
13. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan
wanita :
Sumayyah binti Khabbat
14. Orang yang pertama menulis
hadis di dalam kitab /
lembaran :
Abdullah bin Amru bin Al-Ash
15. Orang yang pertama memanah
dalam perjuangan
fisabilillah :
Saad bin Abi Waqqas
16. Orang yang pertama menjadi
muazzin dan
menyerukan adzan: Bilal bin
Rabah
17. Orang yang pertama
sembahyang dengan Rasulullah
SAW :
Ali bin Abi Tholib
18. Orang yang pertama membuat
mimbar masjid Nabi
SAW :
Tamim Ad-dary
19. Orang yang pertama
menghunus
pedang dalam
perjuangan fisabilillah : Zubair
bin Al-
Awwam
20. Orang yang pertama menulis
sejarah Nabi Muhammad SAW :
Ibban bin Othman bin Affan
21. Orang yang pertama beriman
dengan Nabi
SAW :
Khadijah bt Khuwailid.
22. Orang yang pertama
menggagas usul fiqh :
Imam Syafi'i RH.
23. Orang yang pertama membina
penjara dalam Islam:
Ali bin Abi Tholib
24. Orang yang pertama menjadi
raja dalam Islam :
Muawiyah bin Abi Sufyan
25. Orang yang pertama membuat
perpustakaan umum:
Harun Ar-Rasyid
26. Orang yang pertama
mengadakan baitulmal : Umar bin Khattab
27. Orang yang pertama
menghafal Al-Qur'an setelah
Rasulullah SAW :
Ali bin Abi Tholib
28. Orang yang pertama membangun
menara di Masjidil
Haram Mekah:
Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur
29. Orang yang pertama digelar
Al-Muqry :
Mus'ab bin Umair
30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga :
Nabi Muhammad SAW.              

SEUNTAI DO'A PAGI BUAT SAUDARA2KU"

*Yaa Allah....*
*jika saat ini saudara dan teman2ku tersenyum, sg'emoga menjadi ibadah buatnya.....*

*💕Jika ia marah, semoga tak melampaui batasnya.....*

*💕Jika ia bersedih, semoga kesedihannya bisa menghidupkan hati dan jiwanya.....*

*💕Jika ia sakit,* *semoga menjadi penggugur dosa-dosanya dan jika ia ragu serta bimbang, mantapkan pendirian*
*dihatinya.....*

*💕Semoga apa yang ia lakukan hari ini, esok dan dikemudian hari, jauh lebih baik dari waktu yang telah lalu.....*

*💕Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertainya....*

*💕Yaa Allah...*
*muliakanlah yang membaca doa ini,*
*lapangkanlah hatinya dan bahagiakan keluarganya ......*

*💕Luaskanlah rezkinya,*
*mudahkan segala urusannya jauhkan ia dari segala penyakit, fitnah, prasangka keji dan mungkar serta terimalah semua amal ibadahnya dan kelak jadikanlah ia sebagai penghuni surgaMU.*

*💫"Yaa muqollibal quluub,tsabbit qolbii 'alaa diinik"💫*

*Wahai Dzat yang Maha Membolak balikkan hati,teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu*

*Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.!!!*

PANTAS MEREKA TAKUT

Ditulis oleh Budi Ashari,  Lc.

Anak-anak muda yang membahayakan,
Para teroris hadir,
Sel-sel baru bermunculan,
Pengajian-pengajian sumbernya,
Masjid pusatnya,
Terutama masjid sekolah-sekolah dan kampus,
Kumpulan mereka perlu diwaspadai dan diawasi.

Lihatlah pola yang menggiring secara bertahap tapi pasti.

Hasilnya sangat terlihat. Para orangtua banyak yang khawatir begitu melihat anaknya berubah menjadi baik.

Seorang ibu ketakutan saat melihat anaknya liburan dari pesantrennya, karena melihat pakaian putrinya itu sangat rapi menutup aurat sesuai *syariat Islam* ;

```“Apa anak saya sudah kerasukan pemikiran radikal ?”```

Efek buruk dan jahat ini merasuki otak dan hati para orangtua tanpa disadari.

Dan anehnya, para orangtua lebih nyaman melihat anaknya bergaul tanpa batas. Itulah yang dianggap wajar.

Mereka senang melihat anaknya menghabiskan waktu untuk melamun, karena dianggapnya sedang puber. Aneh...

Dan akhirnya para orangtua tanpa disadari memberi ‘wejangan’, *“Hati-hati kalau ngaji di masjid.”*

Anak-anak muda yang rumit memilah jenis pengajian, akhirnya memutuskan untuk duduk-duduk di *kafe*, *nongkrong di jalanan*, *bahkan tempat-tempat dosa*. Dan akhirnya mereka pun jauh dari *MASJID*.

Luar biasa bukan...
rencana jahat mereka untuk menjauhkan generasi muda kita dari *MASJID*.

Karena mereka sadar,
tapi kita tidak sadar.

Mereka tahu, tapi kita tidak tahu.

Mereka membaca sejarahnya, kita tidak.

*Bahwa kebangkitan Islam itu berawal dari KEBANGKITAN ANAK-ANAK MUDANYA*.

Dengarkan penjelasan *Imam Ibnu Katsir* dalam tafsirnya saat menjelaskan tentang kata: *Fityah (pemuda)*, dalam *Surat Al Kahfi*,

```“...Untuk itulah kebanyakan yang menyambut (seruan) Allah dan Rasul Nya shallallahu alaihi wasallam adalah pemuda. Adapun orang-orang tua dari Quraisy, kebanyakan mereka tetap bertahan dalam agama mereka dan tidak masuk Islam kecuali sedikit saja.”```

Untuk lebih menjelaskan kalimat tersebut, mari kita baca tulisan *DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh, Dosen Universitas Al Azhar Mesir*.

Beliau menuliskan data usia mereka yang masuk Islam di masa dakwah rahasia Nabi (sepanjang 3 tahun), dalam buku beliau Khawatir wa taammulat fis sirotin nabawiyyah, h. 125-129.

Beliau mengambilnya dari dari Majalah Al Wa’yu Al Islamy, Edisi 77. Perlu diingat di awal, jika ada perbedaan tentang usia dalam buku-buku siroh adalah merupakan hal yang wajar.

Di sini dinukilkan apa adanya dari buku tersebut :

*1*. Ali bin Abi Thalib 8 tahun.

*2*. Zubair bin Awwam 8 tahun.

*3*. Thalhah bin Ubaidillah 12 tahun.

*4*. Arqam bin Abil Arqam 12 tahun.

*5*. Abdullah bin Mas’ud Menjelang 15 tahun.

*6*. Said bin Zaid Belum 20 tahun.

*7*. Saad bin Abi Waqqash 17 tahun.

*8*. Mas’ud bin Rabi’ah 17 tahun.

*9*. Ja’far bin Abi Thalib 18 tahun.

*10*. Shuhaib Ar Rumi belum 20 tahun.

*11*. Zaid binHaritsah menjelang 20 tahun.

*12*. Utsman bin Affan sekitar 20 tahun.

*13*. Thulaib bin Umair sekitar 20 tahun.

*14*. Khabbab bin Art sekitar 20 tahun.

*15*. Amir bin Fuhairoh 23 tahun.

*16*. Mush’ab bin Umair 24 tahun.

*17*. Miqdad bin Aswad 24 tahun.

*18*. Abdullah bin Jahsy 25 tahun.

*19*. Umar bin Khattab 26 tahun.

*20*. Abu Ubaidah bin Jarrah 27 tahun.

*21*. Utbah bin Ghazwan 27 tahun.

*22*. Abu Hudzaifah bin Utbah sekitar 30 tahun

*23*. Bilal bin Rabah sekitar 30 tahun.

*24*. Khalid bin Said sekitar 30 tahun.

*25*. Amr bin Said sekitar 30 tahun.

*26*. Ayyasy bin Abi Rabi’ah sekitar 30 tahun.

*27*. Amir bin Rabi’ah sekitar 30 tahun.

*28*. Nu’aim bin Abdillah sekitar 30 tahun.

*29*. Utsman bin Madz’un sekitar 30 tahun.

*30*. Abdullah bin Madz’un 17 tahun.

*31*. Qudama bin Madz’un 19 tahun.

*32*. Saib bin Madz’un sekitar 10 tahun.

*33*. Abu Salamah bin Abdul Asad sekitar 30 tahun.

*34*. Abdurahman bin Auf sekitar 30 tahun.

*35*. Ammar bin Yasir antara 30-40 tahun.

*36*. Abu Bakar 37 tahun.

*37*. Hamzah bin Abdul Muthalib 42 tahun.

*38*. Ubaidah bin Harits 50 tahun.

*39*. Amir bin Abi Waqqash masuk Islam setelah urutan orang ke-10.

*40*. As Sail bin Utsman syahid di perang Yamamah (11 H) umurnya masih 30 tahun.

Dan ini kalimat *DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh*,

Walau Quraisy terus menerus melakukan teror dan intimidasi terhadap orang-orang lemah, tetapi *anak-anak muda* itu justru mengumumkan *keislaman* mereka, dengan konsekuensi yang sedang menanti mereka berupa kesulitan hidup, dan terkadang harus mati !!

Deretan angka-angka di atas menunjukkan kebenaran kalimat *Ibnu Katsir* bahwa *kebesaran Islam* ini lebih banyak ditopang oleh *ANAK-ANAK MUDA*.

Sebenarnya, *skenario* menjauhkan cara pandang yang benar terhadap generasi muda bukan hanya dilakukan sekarang dengan pola seperti ini.

Berbagai cara dan pola telah lama mereka laksanakan. Mereka menyusupkan dengan perlahan tapi pasti berbagai teori racun.

Targetnya jelas : yaitu menjauhkan *anak-anak muda* dari *kebaikan* mereka dan *Masjid* mereka.

Seperti berbagai penelitian yang menyampaikan bahwa remaja adalah usia kerusakan, kegundahan, keguncangan, krisis, kenakalan.

Pelajaran ini benar-benar tertanam pada orangtua. Sehingga, lagi-lagi mereka meyakini bahwa remaja harus melalui semua masalah itu.

Jika ada anaknya yang baik-baik saja dan tidak melalui kekacauan itu, orangtua akan berkata,

```“Apa anak saya tidak normal ya ?”```

Lihatlah sebuah *skenario besar* dalam rentang puluhan bahkan ratusan tahun.

Dan mereka berhasil meracuni pemikiran para pendidik dan orangtua muslim.

Padahal pemuda begitu positif dalam bahasa ayat, hadits dan ulama.

Sehingga perlu sebuah upaya besar untuk membalik cara pandang tersebut sekaligus memberi obat dari masalah yang dihadapi oleh para pemuda kita.

```Pemuda adalah kekuatan, inspirasi, kreatifitas, ledakan ruhiyah, ketegaran, kesegaran, enerjik, karya besar dan penopang peradaban Islam```.

*👊Pantas Mereka Takuuuuuut !!*

*Ayoo rekrut*,
*Bina*,
*dan Berdayakan ANAK-ANAK MUDA kita !!*

Di *-Copy-* dan *-Edit-* dari tulisan :
By : Budi Ashari,  Lc.

Qodaran

*_QODARAN_*

Sebuah kontemplasi kehidupan rakyat kecil yang gak mengenal gaji ke-13, THR..dsb..

‘Wah…pisangnya bagus-bagus Mbah…’
Kataku sembari berjongkok di depan perempuan sepuh yang berjualan di pinggir jalan depan pasar..’
‘Lha monggo _dipundut_....… "
kata perempuan itu riang.

Sungguh sudah sangat sepuh, rautnya penuh kerut. Kulitnya hitam. Kurus badannya.
Tapi suaranya _cemengkling_ riang, giginya terlihat masih utuh....
‘Ini kepok kuning… bagus dikolak.
Ini kepok putih… kalau digoreng sangat manis’
Lha kalau itu… pisang pista, kulit tipis… harum manis.
Tapi jangan dibeli karena belum mateng…...’

Aku hanya diam memperhatikan gerak tangannya yang cekatan, meskipun  telah _ndredheg_  (gemetar.)
‘Sudah lama jualan, Mbah…?’

'Belum, ini ngejar rejeki buat lebaran ?’
‘Putranya berapa Mbah?’
‘ _Kathah_ , banyak ..… pada _glidik_/kerja…’
‘Kok nggak  rehat aja to Mbah… siyam-siyam kok jualan’
‘Lha nggih, ini karena siyam niku to , nggak boleh rehat…
Mumpung Gusti Allah _paring_ sehat…’
Aku tercenung dengan jawaban perempuan sepuh itu....
Kulihat tangannya mengelap  kening dan dahinya
yang _dlèwèran_ keringat dengan selendang lusuhnya....
Diantara para penjual ‘liar’ dipinggir jalan depan pasar itu,
Perempuan sepuh ini satu diantaranya yang menggelar dagangan tanpa _iyup iyup_ (peneduh).
Padahal hari itu panas luar biasa. . . . .
‘Kalau pulang jam berapa Mbah?’
‘Jam tiga sudah pulang ..…, lha ada kewajiban nyiapkan _wedang_ buat anak-anak TPA’
‘Kok kewajiban, yang mewajibkan siapa Mbah ?’
‘ _Nggih kula_, ya saya sendiri …’
‘Ooo…begitu…. Setiap hari, selama puasa?’
“ _Inggih_… wong cuma  anak limapuluhan..’
‘Wah _panjenengan_  hebat nggih Mbah…’
‘Halah cuma wedang sama _penganan_ kecil-kecil..’
‘Yang penting bocah-bocah rajin ngaji…, mbah sudah seneng.
Jangan bodoh kaya Mbahe yang cuma bisa Fathikah…’ . . . . .
Aku makin tercekat.
Kumasukkan semua pisang yang ditawarkan ke dalam tas kresek.
‘Kok banyak banget ...... mau buat apa?’
Tanya si mbah heran.
Aku hanya tersenyum.
‘Semua berapa Mbah?’
Perempuan sepuh itu menyebutkan nominal yang membuatku tercengang....
‘Kok murah banget Mbah…’
‘ _Mboten_… itu sudah pas, ini bukan pisang _kulakan_, panen kebun sendiri...’
‘Nggih…matur nuwun…’ kataku sembari mengulurkan uang....
‘Aduh… nggak ada kembalian , belum _kepayon_ (laku)…’
‘Saya tukar dulu Mbah…’
Aku sengaja meninggalkan perempuan sepuh itu.
Pisang telah kuletakkan di motor.
Mesin motor pun kunyalakan....
Agak menjauh dari perempuan sepuh itu..
Kumasukkan beberapa lembar uang lima ribuan yang masih baru, ke dalam amplop,
Cukup dibagi satu satu untuk anak TPA
yang katanya _cah_ limapuluhan tadi.
Penutup lem ampop kubuka lalu kurapatkan.
‘ _Niki_ mbah, sudah saya tukar, sudah pas _nggih_…’
Perempuan sepuh itu menerima amplop masih dengan tangan _dredheg_ gemetar.
Tanpa menunggu jawaban, aku segera pergi. . . .
Esoknya aku mampir lagi…tapi kosong
Berikutnya aku mampir lagi…kosong juga.
Penasaran kutanyakan pada ibu pedangang sebelahnya.
‘Mbahe kok nggak jualan Mbak?,
‘Oh nggak, beliau … jualan kalau panen pisang aja, .…’
' _Sampeyan_ to yang kemarin ngasih amplop ..…
Walah Mbahe nangis _ngguguk€ ..… _jare bejo_, dapet _qodaran_.' . . . . .

_Qodaran_... barangkali yang dimaksudkan adalah lailatul qodar.
Malam yang konon lebih baik dari 1000 bulan.
Para malaikat turun dari langit,
Langit hati kita. Menyelesaikan segala urusan.
Allah melapangkan rejeki dan kemuliannya bagi yang dikehendaki,
Pun mempersempit bagi yang dikehendaki pula....
Rejeki sesuai kapasitas kita.
Lantas siapakah yang mendapatkannya ??
………………..
Barangkali perempuan sepuh inilah yang mendapatkannya.
Bukan karena ia ahli ibadah....
Bukan pula karena I’tikafnya yang  kuat di masjid.
Tapi dialah pelaksana dari yang katanya ‘hanya’ bisa *fathikah* itu.
Kesungguhan I’tikaf yang luar biasa.
Bertindak, berlaku, dan berpasrah dalam keriangan rasa.
I’tikaf di masjid yang digelar dalam keluasan yang maha.
Bukan masjid yang sekedar bangunan ibadah.
Kecintaannya yang sederhana dengan penyiapan _wedang_ dan penganan bagi limpuluhan bocah selama puasa, sungguh bukan perkara mudah.
Hanya cinta tuluslah yang bisa.
……………..
Aku jadi teringat  pertanyaan teman,
tentang pencapaian Lailatul Qodar.
Benarkah memang ia turun di 10 hari terakhir malam ganjil?
Maka …malam terbaik dari 1000 bulan bukanlah instan...
Tak bisa _dijujug_ dengan akhiran,
semua butuh proses…. karena karunia terindah butuh _wadah_.
Yang dibangun dengan menapis kebaikan sebelum, selama dan sesudah Ramadhan.
Itulah sesungguhnya _*QODARAN*_
Rezeki tak terduga .....