SEUNTAI DO'A PAGI BUAT SAUDARA2KU"

*Yaa Allah....*
*jika saat ini saudara dan teman2ku tersenyum, sg'emoga menjadi ibadah buatnya.....*

*💕Jika ia marah, semoga tak melampaui batasnya.....*

*💕Jika ia bersedih, semoga kesedihannya bisa menghidupkan hati dan jiwanya.....*

*💕Jika ia sakit,* *semoga menjadi penggugur dosa-dosanya dan jika ia ragu serta bimbang, mantapkan pendirian*
*dihatinya.....*

*💕Semoga apa yang ia lakukan hari ini, esok dan dikemudian hari, jauh lebih baik dari waktu yang telah lalu.....*

*💕Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertainya....*

*💕Yaa Allah...*
*muliakanlah yang membaca doa ini,*
*lapangkanlah hatinya dan bahagiakan keluarganya ......*

*💕Luaskanlah rezkinya,*
*mudahkan segala urusannya jauhkan ia dari segala penyakit, fitnah, prasangka keji dan mungkar serta terimalah semua amal ibadahnya dan kelak jadikanlah ia sebagai penghuni surgaMU.*

*💫"Yaa muqollibal quluub,tsabbit qolbii 'alaa diinik"💫*

*Wahai Dzat yang Maha Membolak balikkan hati,teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu*

*Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.!!!*

PANTAS MEREKA TAKUT

Ditulis oleh Budi Ashari,  Lc.

Anak-anak muda yang membahayakan,
Para teroris hadir,
Sel-sel baru bermunculan,
Pengajian-pengajian sumbernya,
Masjid pusatnya,
Terutama masjid sekolah-sekolah dan kampus,
Kumpulan mereka perlu diwaspadai dan diawasi.

Lihatlah pola yang menggiring secara bertahap tapi pasti.

Hasilnya sangat terlihat. Para orangtua banyak yang khawatir begitu melihat anaknya berubah menjadi baik.

Seorang ibu ketakutan saat melihat anaknya liburan dari pesantrennya, karena melihat pakaian putrinya itu sangat rapi menutup aurat sesuai *syariat Islam* ;

```“Apa anak saya sudah kerasukan pemikiran radikal ?”```

Efek buruk dan jahat ini merasuki otak dan hati para orangtua tanpa disadari.

Dan anehnya, para orangtua lebih nyaman melihat anaknya bergaul tanpa batas. Itulah yang dianggap wajar.

Mereka senang melihat anaknya menghabiskan waktu untuk melamun, karena dianggapnya sedang puber. Aneh...

Dan akhirnya para orangtua tanpa disadari memberi ‘wejangan’, *“Hati-hati kalau ngaji di masjid.”*

Anak-anak muda yang rumit memilah jenis pengajian, akhirnya memutuskan untuk duduk-duduk di *kafe*, *nongkrong di jalanan*, *bahkan tempat-tempat dosa*. Dan akhirnya mereka pun jauh dari *MASJID*.

Luar biasa bukan...
rencana jahat mereka untuk menjauhkan generasi muda kita dari *MASJID*.

Karena mereka sadar,
tapi kita tidak sadar.

Mereka tahu, tapi kita tidak tahu.

Mereka membaca sejarahnya, kita tidak.

*Bahwa kebangkitan Islam itu berawal dari KEBANGKITAN ANAK-ANAK MUDANYA*.

Dengarkan penjelasan *Imam Ibnu Katsir* dalam tafsirnya saat menjelaskan tentang kata: *Fityah (pemuda)*, dalam *Surat Al Kahfi*,

```“...Untuk itulah kebanyakan yang menyambut (seruan) Allah dan Rasul Nya shallallahu alaihi wasallam adalah pemuda. Adapun orang-orang tua dari Quraisy, kebanyakan mereka tetap bertahan dalam agama mereka dan tidak masuk Islam kecuali sedikit saja.”```

Untuk lebih menjelaskan kalimat tersebut, mari kita baca tulisan *DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh, Dosen Universitas Al Azhar Mesir*.

Beliau menuliskan data usia mereka yang masuk Islam di masa dakwah rahasia Nabi (sepanjang 3 tahun), dalam buku beliau Khawatir wa taammulat fis sirotin nabawiyyah, h. 125-129.

Beliau mengambilnya dari dari Majalah Al Wa’yu Al Islamy, Edisi 77. Perlu diingat di awal, jika ada perbedaan tentang usia dalam buku-buku siroh adalah merupakan hal yang wajar.

Di sini dinukilkan apa adanya dari buku tersebut :

*1*. Ali bin Abi Thalib 8 tahun.

*2*. Zubair bin Awwam 8 tahun.

*3*. Thalhah bin Ubaidillah 12 tahun.

*4*. Arqam bin Abil Arqam 12 tahun.

*5*. Abdullah bin Mas’ud Menjelang 15 tahun.

*6*. Said bin Zaid Belum 20 tahun.

*7*. Saad bin Abi Waqqash 17 tahun.

*8*. Mas’ud bin Rabi’ah 17 tahun.

*9*. Ja’far bin Abi Thalib 18 tahun.

*10*. Shuhaib Ar Rumi belum 20 tahun.

*11*. Zaid binHaritsah menjelang 20 tahun.

*12*. Utsman bin Affan sekitar 20 tahun.

*13*. Thulaib bin Umair sekitar 20 tahun.

*14*. Khabbab bin Art sekitar 20 tahun.

*15*. Amir bin Fuhairoh 23 tahun.

*16*. Mush’ab bin Umair 24 tahun.

*17*. Miqdad bin Aswad 24 tahun.

*18*. Abdullah bin Jahsy 25 tahun.

*19*. Umar bin Khattab 26 tahun.

*20*. Abu Ubaidah bin Jarrah 27 tahun.

*21*. Utbah bin Ghazwan 27 tahun.

*22*. Abu Hudzaifah bin Utbah sekitar 30 tahun

*23*. Bilal bin Rabah sekitar 30 tahun.

*24*. Khalid bin Said sekitar 30 tahun.

*25*. Amr bin Said sekitar 30 tahun.

*26*. Ayyasy bin Abi Rabi’ah sekitar 30 tahun.

*27*. Amir bin Rabi’ah sekitar 30 tahun.

*28*. Nu’aim bin Abdillah sekitar 30 tahun.

*29*. Utsman bin Madz’un sekitar 30 tahun.

*30*. Abdullah bin Madz’un 17 tahun.

*31*. Qudama bin Madz’un 19 tahun.

*32*. Saib bin Madz’un sekitar 10 tahun.

*33*. Abu Salamah bin Abdul Asad sekitar 30 tahun.

*34*. Abdurahman bin Auf sekitar 30 tahun.

*35*. Ammar bin Yasir antara 30-40 tahun.

*36*. Abu Bakar 37 tahun.

*37*. Hamzah bin Abdul Muthalib 42 tahun.

*38*. Ubaidah bin Harits 50 tahun.

*39*. Amir bin Abi Waqqash masuk Islam setelah urutan orang ke-10.

*40*. As Sail bin Utsman syahid di perang Yamamah (11 H) umurnya masih 30 tahun.

Dan ini kalimat *DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh*,

Walau Quraisy terus menerus melakukan teror dan intimidasi terhadap orang-orang lemah, tetapi *anak-anak muda* itu justru mengumumkan *keislaman* mereka, dengan konsekuensi yang sedang menanti mereka berupa kesulitan hidup, dan terkadang harus mati !!

Deretan angka-angka di atas menunjukkan kebenaran kalimat *Ibnu Katsir* bahwa *kebesaran Islam* ini lebih banyak ditopang oleh *ANAK-ANAK MUDA*.

Sebenarnya, *skenario* menjauhkan cara pandang yang benar terhadap generasi muda bukan hanya dilakukan sekarang dengan pola seperti ini.

Berbagai cara dan pola telah lama mereka laksanakan. Mereka menyusupkan dengan perlahan tapi pasti berbagai teori racun.

Targetnya jelas : yaitu menjauhkan *anak-anak muda* dari *kebaikan* mereka dan *Masjid* mereka.

Seperti berbagai penelitian yang menyampaikan bahwa remaja adalah usia kerusakan, kegundahan, keguncangan, krisis, kenakalan.

Pelajaran ini benar-benar tertanam pada orangtua. Sehingga, lagi-lagi mereka meyakini bahwa remaja harus melalui semua masalah itu.

Jika ada anaknya yang baik-baik saja dan tidak melalui kekacauan itu, orangtua akan berkata,

```“Apa anak saya tidak normal ya ?”```

Lihatlah sebuah *skenario besar* dalam rentang puluhan bahkan ratusan tahun.

Dan mereka berhasil meracuni pemikiran para pendidik dan orangtua muslim.

Padahal pemuda begitu positif dalam bahasa ayat, hadits dan ulama.

Sehingga perlu sebuah upaya besar untuk membalik cara pandang tersebut sekaligus memberi obat dari masalah yang dihadapi oleh para pemuda kita.

```Pemuda adalah kekuatan, inspirasi, kreatifitas, ledakan ruhiyah, ketegaran, kesegaran, enerjik, karya besar dan penopang peradaban Islam```.

*👊Pantas Mereka Takuuuuuut !!*

*Ayoo rekrut*,
*Bina*,
*dan Berdayakan ANAK-ANAK MUDA kita !!*

Di *-Copy-* dan *-Edit-* dari tulisan :
By : Budi Ashari,  Lc.

Qodaran

*_QODARAN_*

Sebuah kontemplasi kehidupan rakyat kecil yang gak mengenal gaji ke-13, THR..dsb..

‘Wah…pisangnya bagus-bagus Mbah…’
Kataku sembari berjongkok di depan perempuan sepuh yang berjualan di pinggir jalan depan pasar..’
‘Lha monggo _dipundut_....… "
kata perempuan itu riang.

Sungguh sudah sangat sepuh, rautnya penuh kerut. Kulitnya hitam. Kurus badannya.
Tapi suaranya _cemengkling_ riang, giginya terlihat masih utuh....
‘Ini kepok kuning… bagus dikolak.
Ini kepok putih… kalau digoreng sangat manis’
Lha kalau itu… pisang pista, kulit tipis… harum manis.
Tapi jangan dibeli karena belum mateng…...’

Aku hanya diam memperhatikan gerak tangannya yang cekatan, meskipun  telah _ndredheg_  (gemetar.)
‘Sudah lama jualan, Mbah…?’

'Belum, ini ngejar rejeki buat lebaran ?’
‘Putranya berapa Mbah?’
‘ _Kathah_ , banyak ..… pada _glidik_/kerja…’
‘Kok nggak  rehat aja to Mbah… siyam-siyam kok jualan’
‘Lha nggih, ini karena siyam niku to , nggak boleh rehat…
Mumpung Gusti Allah _paring_ sehat…’
Aku tercenung dengan jawaban perempuan sepuh itu....
Kulihat tangannya mengelap  kening dan dahinya
yang _dlèwèran_ keringat dengan selendang lusuhnya....
Diantara para penjual ‘liar’ dipinggir jalan depan pasar itu,
Perempuan sepuh ini satu diantaranya yang menggelar dagangan tanpa _iyup iyup_ (peneduh).
Padahal hari itu panas luar biasa. . . . .
‘Kalau pulang jam berapa Mbah?’
‘Jam tiga sudah pulang ..…, lha ada kewajiban nyiapkan _wedang_ buat anak-anak TPA’
‘Kok kewajiban, yang mewajibkan siapa Mbah ?’
‘ _Nggih kula_, ya saya sendiri …’
‘Ooo…begitu…. Setiap hari, selama puasa?’
“ _Inggih_… wong cuma  anak limapuluhan..’
‘Wah _panjenengan_  hebat nggih Mbah…’
‘Halah cuma wedang sama _penganan_ kecil-kecil..’
‘Yang penting bocah-bocah rajin ngaji…, mbah sudah seneng.
Jangan bodoh kaya Mbahe yang cuma bisa Fathikah…’ . . . . .
Aku makin tercekat.
Kumasukkan semua pisang yang ditawarkan ke dalam tas kresek.
‘Kok banyak banget ...... mau buat apa?’
Tanya si mbah heran.
Aku hanya tersenyum.
‘Semua berapa Mbah?’
Perempuan sepuh itu menyebutkan nominal yang membuatku tercengang....
‘Kok murah banget Mbah…’
‘ _Mboten_… itu sudah pas, ini bukan pisang _kulakan_, panen kebun sendiri...’
‘Nggih…matur nuwun…’ kataku sembari mengulurkan uang....
‘Aduh… nggak ada kembalian , belum _kepayon_ (laku)…’
‘Saya tukar dulu Mbah…’
Aku sengaja meninggalkan perempuan sepuh itu.
Pisang telah kuletakkan di motor.
Mesin motor pun kunyalakan....
Agak menjauh dari perempuan sepuh itu..
Kumasukkan beberapa lembar uang lima ribuan yang masih baru, ke dalam amplop,
Cukup dibagi satu satu untuk anak TPA
yang katanya _cah_ limapuluhan tadi.
Penutup lem ampop kubuka lalu kurapatkan.
‘ _Niki_ mbah, sudah saya tukar, sudah pas _nggih_…’
Perempuan sepuh itu menerima amplop masih dengan tangan _dredheg_ gemetar.
Tanpa menunggu jawaban, aku segera pergi. . . .
Esoknya aku mampir lagi…tapi kosong
Berikutnya aku mampir lagi…kosong juga.
Penasaran kutanyakan pada ibu pedangang sebelahnya.
‘Mbahe kok nggak jualan Mbak?,
‘Oh nggak, beliau … jualan kalau panen pisang aja, .…’
' _Sampeyan_ to yang kemarin ngasih amplop ..…
Walah Mbahe nangis _ngguguk€ ..… _jare bejo_, dapet _qodaran_.' . . . . .

_Qodaran_... barangkali yang dimaksudkan adalah lailatul qodar.
Malam yang konon lebih baik dari 1000 bulan.
Para malaikat turun dari langit,
Langit hati kita. Menyelesaikan segala urusan.
Allah melapangkan rejeki dan kemuliannya bagi yang dikehendaki,
Pun mempersempit bagi yang dikehendaki pula....
Rejeki sesuai kapasitas kita.
Lantas siapakah yang mendapatkannya ??
………………..
Barangkali perempuan sepuh inilah yang mendapatkannya.
Bukan karena ia ahli ibadah....
Bukan pula karena I’tikafnya yang  kuat di masjid.
Tapi dialah pelaksana dari yang katanya ‘hanya’ bisa *fathikah* itu.
Kesungguhan I’tikaf yang luar biasa.
Bertindak, berlaku, dan berpasrah dalam keriangan rasa.
I’tikaf di masjid yang digelar dalam keluasan yang maha.
Bukan masjid yang sekedar bangunan ibadah.
Kecintaannya yang sederhana dengan penyiapan _wedang_ dan penganan bagi limpuluhan bocah selama puasa, sungguh bukan perkara mudah.
Hanya cinta tuluslah yang bisa.
……………..
Aku jadi teringat  pertanyaan teman,
tentang pencapaian Lailatul Qodar.
Benarkah memang ia turun di 10 hari terakhir malam ganjil?
Maka …malam terbaik dari 1000 bulan bukanlah instan...
Tak bisa _dijujug_ dengan akhiran,
semua butuh proses…. karena karunia terindah butuh _wadah_.
Yang dibangun dengan menapis kebaikan sebelum, selama dan sesudah Ramadhan.
Itulah sesungguhnya _*QODARAN*_
Rezeki tak terduga .....

NASEHAT BERHARGA BAGI YG SUDAH BERUMUR 50 TH KE ATAS

Share dari kelas fiqih realita  Pengajian Wanita Salman (PWS) ITB

_Bismillah_

*BERAPA UMURMU..?*
*SUDAH 50 TAHUNKAH?*

Firman Allah SWT : *"...Bukankah Kami telah memberimu umur shg kamu sempat mengingat bagi sesiapa yg mau mengingat?"* _(Fathir : 37)_

*"Allah tdk lagi memberi alasan bagi siapa yg telah dipanjangkan umurnya hingga 50 th"* _(HR.Bukhari)_

Al-Khattabi berkata : *"Maknanya, orang yg Allah panjangkan umurnya hingga 50 th, tdk diterima lagi keuzuran/alasan. Krn usia 50 th merupakan usia yg dekat dg kematian,* maka inilah kesempatan untuk *memperbanyak taubat, beribadah dg khusyuk, dan bersiap2 bertemu dg Allah."*
_(Tafsir al-Qurthubi)_

Fudhail bin Iyadh berkata kpd seseorang yg telah mencapai umur 50 th. Maka nasihat Fudhail kpdnya : *"Berarti sdh 50 th kamu berjalan menuju Tuhanmu, skrng hampir smp... Lakukanlah yg terbaik pd sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa2mu yg lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu & masa kini sekaligus..!"*

Maka para alim ulama memberi nasihat bgmn cara menjalani umur yg sdh mencapai 50 tahun sbb:

*🌿Jangan banyak bergurau & terjebak dlm hal-hal yg tdk ada manfaatnya untuk akhirat.*

*🌿Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.*

*🌿Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yg kurang diperlukan utk mendukung amal shalih.*

*🌿Jangan berkawan dg orang yg tdk menambah iman, ilmu, dan amal.*

*🌿Jangan banyak berjln & melancong ke sana sini, tanpa manfaat yg dpt mendekatkan diri pd kehidupan akhirat.*

*🌿Jangan gelisah, berkeluh-kesah, dan kesal dg kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dg rasa sabar & syukur.*

*🌿Perbanyak doa mengharap keridha-an Allah agar Husnul Khatimah & dijauhkan dari Su'ul Khatimah.*

*🌿Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.*

*🌿Siapkan wasiat & lakukan pembahagian harta.*

*🌿Kerapkan menjalin silaturahim & merekatkan hubungan yg renggang sebelumnya.*

*🌿Minta maaf & berbuat baik thd pihak yg pernah dizalimi.*

*🌿Tingkatkan amal soleh, terutama amal jariah yg dpt terus memberi pahala & syafa'at setelah kita mati.*

*🌿Maafkan kesalahan orang kpd kita, walau seberat apapun kesalahan itu.*

*🌿Bereskan segala hutang yg ada & jangan buat hutang baru, walaupun untuk menolong orang lain.*

*🌿Berhentilah dari semua maksiat !*

- Mata, berhentilah memandang yg tdk halal bagimu,

- Tangan, berhentilah dari meraih yg bukan hak mu

- Mulut, berhentilah makan yg tdk baik & yg tdk halal bagimu, berhentilah dari ghibah, fitnah, dan berhentilah menyakiti hati orang lain

- Telinga, berhentilah mendengar hal2 haram & tdk bermanfaat

*🌿Berbaik sangkalah kpd Allah atas segala sesuatu yg terjadi & menimpa*

*🌿Penuhi terus hati & lisan kita dg istighfar & taubat utk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, disetiap saat & setiap waktu.*
----------------------------------------
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِين

_Robbighfirlii waliwaalidayya walil mu-miniin_
----------------------------------------

Semoga bermanfaat bagi kita semua, walaupun Anda belum 50 th atau bahkan menjelang 50 th krn.....

*KEMATIAN TIDAK MENGENAL UMUR.*

_Wallohu a'lam_

6 CONTOH MAKSIAT YANG TERUS BERLANJUT DI BULAN RAMADHAN

1- Mudah meninggalkan shalat, seperti shalat Shubuh karena sehabis sahur langsung tidur.
2- Laki-laki masih malas shalat berjamaah di masjid.
3- Perempuan enggan berjilbab bahkan terus-terusan memakai pakaian seksi dan ketat saat puasa. Padahal mengumbar aurat itu dosa besar, menjadikan puasa sia-sia. Bagi kita diharapkan mengingatkan wanita terdekat kita (istri dan puteri kita) untuk berjilbab dan menutupi aurat, moga Allah memberi hidayah.
4- Muda-mudi jalan berdua dengan kekasihnya (pacarnya) hingga ngabuburit menunggu buka dengan pacar. Pacaran itu jalan menuju zina atau zina kecil-kecilan.
5- Membicaran jelek orang lain (ghibah) walau itu nyata ada pada orang lain, hingga suka memfitnah (menuduh jelek orang lain tanpa bukti).
6- Mementingkan buka puasa bersama dengan teman atau rekan kerja dibandingkan shalat Maghrib, bahkan shalat sampai ditinggalkan. Ingat, meninggalkan satu shalat saja, itu akan menghapus amal.

Dari Burairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari, no. 594).

Di antara maksud hadits sebagaimana kata Ibnul Qayyim dalam kitabnya Ash-Shalah adalah akan menghapus amalan pada hari tersebut.

# Dan ingat, yang namanya maksiat akan menghancurkan pahala orang yang berpuasa walau secara hukum puasa tetap sah selama yang dilakukan bukan pembatal puasa.

Semoga Allah beri hidayah pada kita semua untuk meninggalkan maksiat di bulan Ramadhan, bahkan seterusnya maksiat ditinggalkan dan kita menjadi lebih baik ke depannya.

SELAMAT TARAWIH MALAM INI DAN SEMOGA RAMADHAN KALI INI LEBIH BAIK.

---

Muhammad Abduh Tuasikal
Info Rumaysho

DAHSYAT NYA DOA SEBELUM BERBUKA PUASA

Ada suatu waktu yg mustajab utk berdoa, dimana doa tsb tdk akan ditolak oleh Allah SWT, yaitu berdoa saat

"MENJELANG BERBUKA PUASA & MENJELANG MAKAN SAHUR"

Tetapi sayangnya banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya.

Di Mekkah & Madinah, satu jam sblm adzan maghrib org2 sdh menengadahkan tangan ke langit berdoa utk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat, mrk berdoa dg syahdu sepenuh keyakinan, sampai2 air mata mrk mengalir deras..
Ya, berdoa meminta kpd Allah yg Maha Kaya...

Kesalahan yg dilakukan kaum muslimin kita disini (indonesia) yaitu dg menyia2kan wkt yg sangat mustajab ini dg cara ngabuburit menjelang adzan maghrib..!!!
kemudian berkumpul menghadapi hidangan berbuka, & mrk sdh merasa cukup dg hanya membaca "Allahuma lakasumtu....atau dzahaba zhoma'u....", pdhal hanya mencakup maknanya berupa laporan & ucapan syukur..

Setelah kita memahaminya, hendaknya min 10 ~ 15 menit seblm adzan maghrib (sdh dlm keadaan berwudhu) kemudian berdoa meminta apa saja (adabnya dg didahului puji2an kpd Allah & bershalawat atas Nabi),

Krn Allah menggaransi bhw doa2 tsb akan dikabulkan.
"Allah sesuai prasangka hamba kepada Nya"

Manfaatkanlah wktmu sobat, bukan hanya demi santapan atau berburu makanan saat jelang buka. Berdo'alah utk diri kita, keluarga kita, orangtua kita, sahabat kita, negeri kita....

Musuh2 Islam tahu betapa hebat ummat Muhammad SAW bila mrk berdo'a kpd Rabb nya disaat menjelang berbuka.
Krn itu, mrk buat tipu daya utk melalaikannya dgn program2 tv & media lainnya di wkt2 yg mustajab yaitu: menjelang berbuka & menjelang sahur (2/3 malam).
sehingga ummat ini, mrk makan-minum, berpuasa, namun tak sempat utk berdoa.

semoga nasehat yg singkat ini bermanfaat bagi umat yg belum mengetahui nya
..أمـــــين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
َ
Silahkan di share kan lagi

Kisah Zulkarnaen dan para pengikutnya

Pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukkan suatu daerah. Pagi hari sebelum berangkat, Iskandar Zulkarnain berpesan kepada pasukannya:

"Dalam perjalanan, nanti malam kita akan melintasi sungai. Ambillah apa pun yang terinjak yang ada di sungai itu."

Ketika malam tiba dan pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai, ada 3 golongan prajurit.

Golongan yang pertama tidak mengambil apa pun yang terinjak di sungai karena yakin itu hanya batu. Golongan yang kedua mengambil alakadarnya yang terinjak di sungai, sekedar mengikuti perintah raja. Yang ketiga mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di sungai sehingga tasnya penuh dan kepayahan meneruskan perjalanan karena penuhnya bawaan.

Setelah melanjutkan perjalanan dan tiba pagi hari, Iskandar Zulkarnain bertanya kepada pasukannya, apa yang kalian dapatkan semalam? Ketika para prajurit memeriksa tasnya, ternyata isinya intan berlian. Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesalinya. Prajurit yang mengambil ala kadarnya ada perasaan senang bercampur penyesalan. Prajurit yang sungguh-sungguh mengambil merasa sangat bahagia.

Cerita tersebut dikutip dari buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka.

Tidak lama lagi kita akan melewati Ramadhan.

Di dalamnya banyak sekali keberkahan.

Dan kita memiliki 3 pilihan.
- Melewati Ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikit pun.
- Atau melewati Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya.
- Atau melewati Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya, dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Ramadhan Kariim, semoga kita termasuk golongan yang mendapat magfirah, rahmah dan keberkahan Ramadhan 1438 H. Aamiin