Kisah Hidup Sri Mulyani yang Bikin Menitikkan Air Mata

Indonesia memiliki putra putri bangsa yang cerdas dan mengabdikan hidupnya pada negara. B.J Habibie, Soekarno, Soemitro Djojohadikoesoemo dan masih banyak lagi, mendedikasikan seluruh tenaga dan pemikirannya untuk tanah air tercinta. Begitu juga dengan Sri Mulyani, perempuan sederhana dengan rambut pendek sebahu ini adalah contoh bagaimana niat baik dan kerja keras bisa membawa Indonesia pada perubahan besar-besaran.

Namanya Sri Mulyani, Ibu dari 3 anak ini kini sudah tidak lagi tinggal di Indonesia. Bukan karena tidak lagi cinta pada negaranya, namun karena beliau mengemban tugas yang lebih besar. Setelah begitu banyak terobosan yang ia cetuskan dan membersihkan kementerian dari KKN dan birokrasi yang menyulitkan, ia seolah ‘terbuang’. Ia disangkutkan dengan kasus bailout Bank Century, dituduh ikut andil dalam kasus yang tak kunjung usai ini.

Sri Mulyani hanya diam dan mengikuti aturan, berpegang teguh pada kebenaran. Beliau tahu benar bahwa di luar sana banyak yang mengincarnya, karena kejujuran dan ketegasannya. Perempuan hebat yang mendirikan beasiswa LPDP bagi mahasiswa Indonesia ini seolah ‘terusir’ dari negerinya sendiri, kemudian seperti permata yang terpendam, ia diangkat oleh Bank Dunia menjadi Direktur Pelaksana. Hal ini menjadi bukti bahwa, Sri Mulyani adalah orang yang baik dan bersih.

Jika selama ini publik hanya mengetahui bahwa beliau dulu adalah menteri keuangan di era Kabinet Indonesia Bersatu yang tersangkut kasus pelik Bank Century. Namun Sri Mulyani lebih dari itu, kisah hidupnya akan membuka mata kita semua bahwa, Sri Mulyani adalah pahlawan masa kini. Berikut kisah hidup beliau yang menguras air mata dan penuh dengan perjuangan:

Pada Bahu Sri Mulyani, Indonesia Bersandar dan Selamat dari Krisis Ekonomi
Anda masih ingat mengenai krisis ekonomi parah yang menghantam Amerika Serikat beberapa tahun lalu? Kala itu, perekonomian dunia morat marit tidak karuan bahkan Yunani dinyatakan pailit beberapa bulan lalu. Jika negara-negara maju saja ambruk dan beberapa negara bagian di Amerika bangkrut, lantas bagaimana bisa Indonesia yang notabene negara berkembang dan masih rapuh, bisa selamat bahkan kursnya menguat pesat?

Ibu Sri Mulyani yang tidak tidur berhari-hari, merumuskan langkah-langkah untuk menghadang krisis ekonomi global menyerang Indonesia. Beliau memimpin rapat dari pagi hingga malam, dengan beban luar biasa besar. Nasib negeri ini, digantungkan pada bahunya. 2 hari 2 malam, Sri Mulyani memimpin rapat yang konon menjadi tonggak dibangunnya benteng tebal yang menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi global.

Beliau tahu benar bahwa jabatannya sebagai Menteri Keuangan saat itu menjadi tumpuan dan harapan untuk menentukan langkah Indonesia ke depan. Dalam waktu 48 jam, segala hal penting di Indonesia dari hulu ke hilir, kurs, suku bunga, devisa, likuiditas, rush, neraca perdagangan, stimulus, dan seterusnya harus Sri Mulyani handle. Semua harus beliau pikirkan dengan matang dan teliti agar jangan sampai salah mengambil keputusan.

Bahkan saat orangtuanya meninggal, Sri Mulyani dihadapkan pada keputusan sulit. Meninggalkan rapat dan datang ke rumah duka, atau meneruskan rapat dengan risiko tak akan bisa melihat wajah sang orangtua untuk terakhir kalinya. Namun ia tahu bahwa Indonesia lebih membutuhkannya saat itu. Begitu semua rapat berakhir, Sri Mulyani mengambil wudhu dan sholat. Saat berdoa, ia menangis sejadi-jadinya. Bagaimanapun juga, beliau juga manusia yang punya perasaan dan rasa sedih, sama seperti yang lainnya.

Berkat cucuran keringat dan kerja kerasnya, kita semua tidak merasakan pabrik-pabrik harus tutup seperti di Amerika. Atau kurs mata uang hancur lebur seperti di negara lainnya. Kita seolah hidup di planet lain yang tidak merasakan kerasnya pukulan krisis ekonomi, bahkan PHK dan melonjaknya harga-harga juga tidak terjadi. Setelah badai terlewati, beliau menghela napas panjang dan tersenyum. Upayanya mati-matian menahkodai keuangan dan perekonomian di Indonesia di saat genting berbuah manis.

Meski Jadi Menteri, Anak Sri Mulyani Harus Berhemat karena Gaji Menteri Tidak Cukup
Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar jabatan menteri? Banyak uang, ke mana-mana naik kendaraan mewah dan hidupnya terjamin? Nyatanya hal itu tak terjadi pada hidup Sri Mulyani dan keluarganya. Justru saat ia menjadi menteri, gaji yang ‘hanya’ 19 juta rupiah itu harus ia atur baik-baik untuk biaya rumah tangga dan sekolah anaknya. Bahu membahu bersama sang suami, Sri Mulyani menabung sedikit demi sedikit untuk masa depan putra putrinya.

Bahkan saat sang putri sulung, Dewinta Illinia berangkat kuliah ke Australia, Sri Mulyani mengajak bicara anak pertamanya itu, hati ke hati. Beliau memberikan buku tabungan yang berisi gajinya saat menjabat sebagai Executive Director International Monetary Fund pada 2002-2004.

Sri Mulyani Bersama Keluarga Tercinta
Sri Mulyani Bersama Keluarga Tercinta

“Kamu harus hidup dengan ini. Mama enggak punya uang sekarang, beda dengan dulu,” tutur Sri Mulyani pada Dewinta. Ia berharap putrinya itu hidup sederhana di negeri kanguru, belajar dengan baik dan segera lulus. Begitu berat Sri Mulyani melepas putri tercintanya tinggal jauh di benua seberang, padahal dalam hati ia menjerit.

Sri Mulyani tak pernah bisa jauh dari keluarganya. Namun ia tahu bahwa masa depan Dewinta jauh lebih penting. Ia membekali ilmu paling berharga pada anak-anaknya, yaitu mengenai hidup sesuai dengan kemampuan dan stay on the track. Semasa Dewinta kuliah di Australia, Sri Mulyani mempergunakan gajinya dengan sebaik-baiknya, karena masih ada 2 anak lagi yang juga butuh dibiayai.

Kado Paling Menyakitkan Saat Ultah Sri Mulyani, Kasus Bank Century
Ulang tahu seharusnya menjadi momen yang membahagiakan. Namun sepertinya hal ini tak berlaku bagi Sri Mulyani beberapa tahun yang lalu. Perempuan dengan wajah bersahaja dan berpenampilan sederhana ini harus menerima ‘kado’ menyakitkan, dana talangan untuk Bank Century yang ia setujui, mulai dipermasalahkan dan meledak.

Sri Mulyani diserang habis-habisan oleh DPR. Beliau disalahkan karena seharusnya tidak mencairkan dana sebanyak 6 trilyun lebih bagi bank ‘kecil’ seperti Century. Wanita berkacamata ini dengan susah payah menjelaskan alasannya, dengan perumpaan yang ia harapkan bisa diterima oleh semua orang, termasuk para anggota dewan yang terhormat.

Sri Mulyani Saat Menghadapi Persidangan
Sri Mulyani Saat Menghadapi Persidangan

“Jika ada rumah terbakar, tidak mungkin dibiarkan karena api bisa membakar seisi kampung.” Bahwa di dalam rumah itu ada perampok, “Ya tangkap perampoknya,” kata Sri Mulyani dengan suara bergetar. Namun tetap aja, ia disudutkan dan dicerca tak henti-hentinya. Beliau mengatakan ingat betul kapan mula dana talangan bank Century melejit menjadi suatu pemasalahan.

“Tentu saya ingat, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya,” ujarnya dengan getir. Perjuangannya menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi global, dibayar dengan tamparan dan tuduhan menyakitkan.

Sri Mulyani Dijegal di Negeri Sendiri, Tapi Dunia Membungkukkan Kepala padanya
Sri Mulyani bukan tipe orang yang suka mencari muka apalagi sensasi. Ia tidak akan berkoar-koar di media seperti para politisi, dan lebih banyak diam serta menaati aturan yang berlaku. Begitu juga saat ia berkali-kali dipanggil untuk menjadi saksi bailout Bank Century, dan dituduh terlibat kasus yang tak pernah ia lakoni.

Ketika akhirnya ia ‘tersisih’ dan seolah semua jasanya pada Indonesia menguap begitu saja, Bank Dunia datang dan meminangnya untuk bekerja di sana. Pujian ahli-ahli ekonomi bahkan Presiden dan menteri dari negara lain pada Sri Mulyani pasca tindakan heroiknya pada krisis tahun 2008 terus mengalir. Ironis sekali bukan? di negeri sendiri, ia dijegal habis-habisan.

Sri Mulyani Begitu Dihormati di Luar Negeri
Sri Mulyani Begitu Dihormati di Luar Negeri

Menerima tawaran dari Bank Dunia bukanlah hal mudah bagi Sri Mulyani. Dewinta meneleponnya dan berkata bahwa itu tidak adil. Jika sang Ibu harus pindah ke Amerika Serikat maka jaraknya dari Australia sungguh jauh sekali. Mama, it’s not fair! Ujar anak-anaknya.

Belum lagi putra keduanya sudah diterima kuliah di UGM, Yogyakarta. Bisa dibayangkan betapa beratnya Sri Mulyani hidup berpencar dengan para anggota keluarganya, menahan rindu yang membuncah tiap harinya. Sosok yang dinyatakan sebagai perempuan paling berpengaruh nomor 23 di dunia versi majalah Forbes ini berusaha tegar dan tersenyum, seperti biasa.

Akhirnya ia berangkat mengemban tugas dan tanggungjawab yang lebih besar. Pemikiran dan juga dedikasinya kini dirasakan oleh seluruh negara di dunia. Walau terkadang, ia kerap menangis di saat sujud sholatnya, sembari berdoa semoga anak-anak dan suaminya selalu dilindungi oleh Tuhan yang Maha Esa.

Sudahkah Indonesia Berterimakasih Pada Sri Mulyani?
Sri Mulyani memang tidak bertempur di medan perang, namun jasanya tak kalah dari para pejuang kemerdekaan. Di Indonesia, Sri Mulyani dianggap Menteri Keuangan andal dan lurus memerangi korupsi. Beliau memelopori reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan. Dia berusaha membersihkan Direktorat Jenderal Pajak serta Bea dan Cukai, dua lembaga yang kerap disebut sarang penyamun.

Kala itu, ratusan orang pegawai pajak dan bea-cukai dipecatnya lantaran korupsi. Setelah ‘bersih-bersih’, ia mendirikan lembaga LPDP dan memprakarsai beasiswa bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi baik di dalam dan di luar negeri. Tahukah Anda, ribuan putra putri bangsa diberangkatkan menuntut ilmu dengan biaya yang mumpuni, berkat gagasan Sri Mulyani?

Tidak hanya itu saja, ketika ini ia menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, bisa dibayangkan betapa besar tanggungjawab yang harus ia laksanakan. Walau dituduh bersalah karena ‘menolong’ Bank Century. Padahal jika saat itu bank milik Robert Tantular itu tak diberikan dana bailout alias dana talangan dan kolaps, maka krisis ekonomi diprediksi akan terjadi. Keputusan dilematis dan penuh risiko yang ia ambil, membuatnya jadi bulan-bulanan dan dipersalahkan.

Padahal tidak satu rupiahpun Sri Mulyani menikmati uang bailout tersebut. Tidak secuilpun ia pernah makan selain dari gaji dirinya dan suaminya. Lagi-lagi Sri Mulyani tak pernah membangkang pada hukum, dan berusaha memberikan penjelasan kenapa ia mengambil keputusan tersebut.

Tapi sudahlah, kini beliau sudah hidup dengan tenang dan damai di Washington DC. Jerih payahnya kini tak hanya dirasakan warga Indonesia, tapi seluruh dunia. Jadi, sudahkah Indonesia, negara kita tercinta ini mengucapkan terimakasih pada ibu Sri Mulyani?

Jangan marah jika kini perekonomian Indonesia kadang tak terkendali. Jangan gusar jika kasus korupsi makin menjadi. Karena sosok bersih dan cerdas seperti Mulyani malah ‘dibuang’ dan akhirnya diangkat derajatnya oleh Bank Dunia, Indonesia hanya bisa gigit jari.

Sumber : http://boombastis.com/

5 Hal ini yang Membuat Amerika Segan Dengan Indonesia

Media tidak pernah bohong ketika menyebut amerika adalah negara adidaya. Ya, negerinya Obama itu adalah negara gila yang saat ini menggenggam dunia. Mereka menguasai hampir sektor mana pun. Mata uang, hiburan, militer dan sebagainya. Amerika ibarat monster di antara negara-negara lainnya yang diumpamakan seperti hobbit. Meskipun begitu, Amerika tidak bisa berpongah terhadap beberapa negara tertentu. Indonesia, negara kita masuk dalam daftar keren tersebut.

Secara logika, Amerika menang jauh dari Indonesia dalam banyak hal. Ya, memang, namun ada banyak alasan kenapa Negeri Paman Sam itu justru seakan sungkan dan segan ketika ingin macam-macam, setidaknya secara langsung.

Inilah alasan-alasan kenapa Amerika yang se-jumawa itu sampai takut dengan negara kita.

1. Insinyur Soekarno
Dari banyaknya tokoh penting sepanjang sejarah Indonesia, hanya nama presiden pertama kita yang paling disegani Amerika. Tegas, berani, dan juga punya pengaruh kuat di mata jutaan rakyat, membuat Soekarno adalah tantangan besar bagi Amerika untuk menaklukkannya.
Kembali ke awal-awal Freeport dulu pertama kali mendapatkan izin, Soekarno dengan tegas memaksa pihak pengelola dalam hal ini Amerika memberikan sebagian hasilnya kepada rakyat. Presiden Amerika saat itu, John F. Kennedy sudah setuju. Namun, kemudian beredar konspirasi macam-macam yang kebenarannya masih abu-abu itu, sehingga pada akhirnya Amerika berhasil mengeruk Freeport habis-habisan, tanpa memberikan banyak kepada rakyat.
Jika Soekarno berani mengatakan tetangga sebelah “Cecunguk Malayan,” apalagi Amerika yang jauh di sana. Mungkin jika berani cari gara-gara, Soekarno tak segan memaki lebih gila lagi.

2. Melawan 249 Juta Penduduk Indonesia? Jelas Bikin Keder
Per tahun 2015 inilah jumlah penduduk di Indonesia. Sangat lah banyak untuk ukuran negara yang kalau dibandingkan dengan Amerika hanya sekitar sepersepuluhnya saja. Karakteristik orang Indonesia gampang terpancing dengan hal-hal sensitif mengenai kedaulatan negara. Ingat saat Malaysia cari ribut beberapa waktu lalu? Rakyat bereaksi keras dan tak segan ikut berbondong melakukan perlawanan. Amerika pun akan merasakan kemurkaan rakyat Indonesia kalau sampai berani macam-macam.
 Penduduk Amerika mungkin 300 juta lebih, namun tipikal orang sana beda dengan kita. Penduduknya banyak yang acuh dengan negaranya. Mungkin ada yang patriotik, namun bukan mayoritas. Sehingga kalau sampai berperang, mungkin mereka akan lebih memilih menyelamatkan diri dari pada tergabung dalam kamp-kamp militer

3. Jangan Lupakan Tentara Mematikan Milik Negara Kita
Di bidang kemiliteran, Indonesia bukan nomor satu. Meskipun demikian, soal pamor, tentara kita sudah cukup membuat negara lain begidik ngeri kalau sampai berhadapan di medan perang. Mendominasi dalam kejuaraan ketentaraan beberapa waktu lalu hanya segelintir dari banyak hal gila yang bisa ditunjukkan tentara nasional kita kepada dunia.
Amerika mungkin juga tahu kalau tentara kita memiliki unit-unit spesial yang lebih gila dari tentara regular. Paskhas, Kopassus, dan jajaran pasukan elit lainnya sudah cukup untuk membuat Indonesia menjadi negara yang disegani, bahkan oleh Amerika.

4. Indonesia Didukung Oleh Negara-Negara Penting
Seumpama skenario terburuk terjadi, Amerika menyerang Indonesia, mungkin yang akan melawan mereka bukan hanya kita. Tapi, juga negara-negara sahabat Indonesia. Seperti yang kamu tahu, negara kita ini memang disukai di dunia karena keramahan dan sikap pertemanannya yang kuat. Layaknya seorang sahabat, ketika temannya diganggu tentu saja takkan tinggal diam.
China, Korea Utara dan Rusia adalah teman baik Indonesia dan secara historis punya hubungan buruk dengan Amerika Serikat. Indonesia sendirian sebenarnya sudah cukup kuat, tapi bantuan dari negara-negara sahabat akan membuat tanah air kita makin tak terkalahkan.

5. Amerika Punya Kepentingan Besar di Indonesia
Satu alasan logis kenapa Amerika tidak pernah melakukan intervensi apa pun terhadap Indonesia, adalah lantaran negaranya Obama tersebut punya kepentingan besar di Sini. Secara politis dan Ekonomi khususnya. Sebagian pendapatan Amerika disumbang Indonesia lewat operasi tambang-tambang seperti Freeport dan lainnya. Amerika ngawur dengan Indonesia, tinggal depak saja itu mesin-mesin tambang yang akan membuat mereka kehilangan miliaran dolar.
Tapi, namanya juga kepentingan, kalau sudah tak butuh lagi, bukan tidak mungkin mereka berani mengusik. Namun, kalau dilihat dari potensi Indonesia yang begitu besar, Amerika takkan pernah melepaskan kita bahkan setelah Freeport dan tambang lainnya hanya tinggal pasir-pasir limbah saja.
Inilah alasan kenapa Amerika sangat segan dengan Indonesia. Kita harus bangga karena negara ini dihormati dan tak dipandang sebelah mata oleh mereka. Memang, ketika sangat serius negara ini bisa berubah menjadi macam dan kemudian menerkam siapa pun yang mengganggunya. Proud to be Indonesian!

Sumber : http://boombastis.com/

4 Sosok Penting Dunia yang Mati Tragis Gara-Gara Melawan Amerika Serikat

Semua orang tahu siapa yang menjadi negara paling hebat di dunia. Sudah jelas Amerika. Betapa pun negara ini dibenci, hal tersebut takkan pernah menggoyahkan posisi Amerika sebagai negara paling hebat di dunia. Terutama dari sisi militernya, tidak ada yang benar-benar bisa melawan Amerika. Dolar yang makin menguat belakangan ini juga melengkapi kejumawaan Amerika di Dunia.

Sayangnya, dalam eksistensinya menjaga titel negara terhebat di dunia, Amerika berlaku licik. Salah satunya dengan menyingkirkan sosok-sosok penting yang tidak berpihak atau menjadi batu sandungan dalam meraih tujuan mereka.

Tercatat ada banyak tokoh berpengaruh dunia yang meninggal tragis lantaran secara terang-terangan menentang Amerika. Mereka dibunuh dengan keji lewat aksi-aksi konspirasi. Salah satu korbannya juga adalah tokoh dari Indonesia.

1. Raja Faisal
Jika ada seseorang yang berhasil membuat Amerika pincang untuk sesaat, ia adalah Raja Faisal dari Arab. Dulu, di masa kepemimpinannya di tahun 1970an, sang raja pernah membuat keputusan untuk berhenti mengirim minyak ke AS. Akibatnya, ekonomi di Amerika langsung lumpuh. Alasan Raja Faisal berbuat demikian lantaran Presiden AS kala itu, Richard Nixon, memberikan bantuan gila kepada Israel dalam perang melawan bangsa-bangsa Arab. Akibat embargo ini, Israel pun kalah.
Sayangnya, raja yang adil ini pun akhirnya meninggal dunia lantaran ditembus kepalanya oleh peluru panas milik keponakannya sendiri, Pangeran Faisal bin Musaid. Diketahui jika Pangeran Faisal mendapatkan mandat dari intelijen Amerika untuk melakukan misi ini. Walhasil, setelah kematian Raja Faisal, ekonomi Amerika menjadi pulih lagi. Pangeran Faisal sendiri dihukum mati dengan cara dipenggal di depan umum.

2. Saddam Husein
Saddam Husein selalu dianggap tokoh jahat yang keji. Padahal, selama 26 tahun memimpin Irak, ia menjadikan negara itu luar biasa. Keberanian Saddam juga sangat melegenda terutama ketika sang pemimpin ini menentang setiap kebijakan Amerika dan sekutunya. Saddam adalah orang penting di Timur Tengah, apa yang jadi keputusannya pasti berpengaruh besar, dan Amerika jengah dengan itu.
Kemudian dimulailah operasi pembunuhan Saddam lewat invasi Amerika ke Irak di tahun 2003. Dengan dalih kepemilikan senjata pemusnah massal, negeri seribu satu malam itu diacak-acak sampai tidak berbentuk. Lucunya, hingga hari ini tidak ada satu pun senjata pemusnah yang dimaksud. Meskipun demikian Saddam Husein akhirnya tertuduh sejumlah kejahatan besar, dan akhirnya mengakhiri hidup di tiang gantungan.

3. Muamar Qaddafi
Seperti yang kamu tahu, tokoh berpengaruh di Afrika ini berpulang setelah dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Banyak yang mengatakan kalau penggulingan Qaddafi sejatinya hanyalah upaya agar negara kuat ini tidak mengganggu stabilitas AS dan sekutunya. Rencana menyingkirkan Qaddafi sendiri sering dikaitkan keberhasilan intelijen Amerika dalam menciptakan suasana chaos dan akhirnya membuat sang pemimpin ini tewas.
Qaddafi sebenarnya bukanlah orang yang benar-benar buruk. Dulu semasa kepemimpinannya, rakyat Libya hidup dengan nyaman dan berlimpah kemakmuran. Banyak infrastruktur yang berhasil dibangun Qaddafi termasuk bendungan yang berdiri tegak di sebuah gurun pasir. Libya sendiri juga terkenal galak dengan Amerika. Kematian Qaddafi sendiri selalu dikaitkan dengan sikapnya yang selalu menentang kebijakan Paman Sam.

4. Soekarno
“Persetan dengan PBB. Inggris kita linggis, Amerika kita setrika!” kalimat ini pernah digaungkan oleh Presiden Soekarno sebagai bukti ketidaktakutannya akan barat. Dan memang apa yang terjadi adalah seperti itu. Bung Karno begitu tegas menentang Amerika CS yang kala itu merasa jumawa dengan doktrin imperialisme mereka.
Sayangnya, sikap Bung Karno yang tegas ini pada akhirnya dipatahkan. Lewat sejumlah konspirasi yang konon melibatkan CIA dan orang dalam. Akhirnya Soekarno dijegal dan diusir dari istana negara. Mungkin beliau tidak dibunuh, namun secara tidak langsung kematiannya sendiri lantaran andil Amerika.

Inilah tokoh-tokoh hebat yang jadi penentang terbesar Amerika sepanjang sejarah yang akhirnya harus berakhir tragis. Deretan kisah ini nampaknya makin mempertegas kesan kalau Amerika adalah negara arogan yang ingin menguasai dunia. Buktinya, mereka melakukan apa pun kepada orang-orang yang dianggap menghalangi langkahnya. Sayangnya, di masa seperti sekarang tokoh-tokoh penentang Amerika masih belum benar-benar ada.
http://boombastis.com/

Bos Gudang Garam Ternyata Tak Merokok, Saat Ditanya, Alasannya Bikin Terkejut!

FokusNetwork.Com, Tekno - Pemilik PT. Gudang Garam Susilo Wonowidjojo memiliki kekayaan senilai 5,3 miliar dolar amerika yang dalam mata uang Indonesia 58,3 triliun rupiah dengan kurs 11 ribu rupiah per dolarnya.

Kekayaan itu diperoleh dari Grup Gudang Garam yang sangat terkenal dengan produk rokoknya. Ada yang menarik dari pribadi beliau, karena meskipun pemilik salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia, namun ternyata beliau tidak merokok.

Benar atau Tidak, Beginilah Herannya Pegawai pabrik rokok tersebut, karena teryata owner Gudang Garam yang sangat kaya raya malah tidak merokok sama sekali.
Pegawai : “Bapak, kenapa kok Bapak tidak merokok sama sekali?”
Owner : “Lhoh, memangnya kenapa?”
Pegawai : “Kan bapak pemilik Gudang Garam, kenapa malah tidak merokok?”
Owner : “Itu di bungkus rokok kan ada tulisannya: Merokok dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Ngapain saya merokok kalo bisa jadi penyakitan.”
Pegawai : "Maksud Bapak....?
Owner : “Percuma jadi orang kaya kalo kena kanker, penyakit jantung, apalagi impotensi.”
Pegawai : “Lhah, kenapa bapak bikin pabrik rokok?”
Owner : “Rokok itu dibikin hanya untuk orang orang yang NGGAK BISA BACA saja..!”

Semoga bisa jadi inspirasi untuk Anda.

Source KamasTop

5 Langkah Terbebas dari Jeratan Hutang

Jeratan hutang terjadi karena pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Hal ini patut diwaspadai, karena jeratan hutang kerap menimbulkan rasa resah dan gelisah akibat beban hutang yang ditanggung. Hidup jadi tak tenang, pikiranpun terganggu.

Jeratan hutang tidak hanya terjadi pada kalangan berpenghasilan minim atau kurang, mereka yang penghasilannya di atas rata-rata pun dapat terjerat hutang. Perlu Anda pastikan bahwa cicilan hutang sebaiknya tidak lebih 30 persen dari penghasilan bulanan Anda.

Pada dasarnya, jeratan hutang terjadi karena ketidakmampuan seseorang mengendalikan keinginan dan minimnya pengetahuan dalam hal pengelolaan keuangan.

Supaya terhindar dari jeratan hutang tidak ada cara lain selain berusaha mengurangi pengeluaran atau menaikkan pendapatan. Berikut 5 langkah yang perlu Anda lakukan supaya terbebas dari jeratan hutang:

1. Bekali Diri Dengan Ilmu Keuangan

Ilmu keuangan dasar sepantasnya dimiliki setiap orang, apalagi bagi mereka yang telah berkeluarga. Ilmu keuangan bisa didapatkan lewat pendidikan formal maupun secara otodidak. Dengan bekal ilmu keuangan yang baik, Anda akan jadi tahu dalam mengatur keuangan.

2. Buat Rencana Anggaran

Buat rencana anggaran yang matang setiap bulannya. Bandingkan pengeluaran Anda dengan penghasilan yang Anda dapatkan setiap bulannya. Jangan lupa untuk memasukkan jumlah cicilan atau tagihan Anda supaya jumlah hutang bisa semakin berkurang.

3. Belajar Berhemat

Belilah sesuatu sesuai kebutuhan, bukan mengikuti keinginan yang sifatnya memang tak terbatas. Jika punya kebiasaan mudah membeli barang atau bahkan boros, Anda sudah harus menghilangkannya. Jika diperlihara terus-menerus maka berpotensi dapat menambah hutang dan hutang. Terapkan hidup hemat dan cermat setiap membelanjakan uang.

4. Jaga Tubuh Tetap Sehat

Di balik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jika sakit, segala aktivitas dan pekerjaan untuk menghasilkan uang akan terganggu. Terlebih lagi, Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya rumah sakit. Masalah kesehatan jelas sekali dapat menggangu keseimbangan keuangan Anda.

5. Cari Penghasilan Tambahan

Penghasilan tambahan bisa didapatkan dengan cara berbisnis maupun berinvestasi. Di era digital saat ini, banyak orang yang melakukan bisnis online guna mendapatkan tambahan penghasilan.

Selain berbisnis, investasi adalah cara lain untuk meningkatkan penghasilan, mulai dari investasi pasar modal, properti, hingga asuransi. Untuk memulai investasi pastikan Anda benar-benar menguasai dan memahami produk investasi yang Anda pilih. Modal untuk investasi bisa berasal dari simpanan atau alokasi khusus dari penghasilan Anda.

(Liputan6.com)

Hutan Indonesia Gundul Lebih Cepat Dibanding Negara Lain

Hutan Indonesia


Liputan6.com, Jakarta Hutan Indonesia dikenal sebagai hutan dengan keanekaragaman hayati tertinggi dunia dan merupakan rumah bagi spesies yang terancam punah seperti orangutan, macan dahan, beruang dan bekantan. Sayangnya, keberadaan hutan kerap kali diabaikan.
Institut Pertanian Bogor (IPB) melaporkan, dari tahun 1990 hingga 2005 kerusakan hutan di Indonesia mencapai 28 juta hektar dan menempati urutan kedua setelah Brazil (42 juta hektar).
Pengambilan kayu (deforestasi), pertambangan dan industri perkebunan yang berkembang pesat disinyalir menyebabkan hilangnya hutan Indonesia lebih cepat daripada negara lainnya. Akibatnya, kerusakan hutan ini menghasilkan 80 persen dari emisi karbon Indonesia, serta menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil gas rumah kaca tertinggi di dunia.
Berkaitan dengan hal tersebut, 3M memberikan dukungan sebesar 500.000 dollar Amerika untuk program The Nature Conservancy di Indonesia. Dukungan ini akan digunakan untuk memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat lokal di Berau, Kalimantan Timur, demi melindungi dan mengelola hutan hujan tropis.

Manajer 3Mgives Global Communications, Jacqueline L. Berry mengatakan, pelestarian lingkungan hidup ini difokuskan untuk mempertahankan ekosistem demi mengurangi emisi karbon dan kelangsungan hidup makhluk-makhluk di dalamnya.

"Di area hutan Berau ada sekitar 193.000 penduduk, termasuk 110 desa yang sangat bergantung pada hutan. Oleh sebab itu, pemberdayaan masyarakat setempat untuk melindungi hutan dan lingkungan sekitarnya menjadi strategi penting, mengingat masyarakat adat dikenal sebagai pelindung terbaik hutan tropis," katanya melalui pesan elektronik yang diterima Liputan6.com, Jumat (5/6/2015).

Presiden Direktur 3M Indonesia Veena Lakkundi menambahkan, dalam peringatan hari lingkungan hidup sedunia, 3M berinisiatif untuk mengurangi deforestasi, degradasi hutan, mengurangi emisi karbon serta memerangi perubahan iklim global.

"Tak hanya area hutannya, kami juga ingin fokus pada masyarakat setempat yang hidup di lingkungan sekitar hutan. Oleh karena itu, kami merancang berbagai kegiatan bersamaThe Nature Conservancy Indonesia untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam rangka mengelola hutan dan melestarikan lingkungan."